Tampilkan postingan dengan label Desain Komunikasi Visual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Komunikasi Visual. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2021

Rancangan Komunikasi Visual/Dkv Universitas Telkom Bandung (Anes)

Halo intipers. Perkenalkan namaku Maria Anes Rutgrahelya, biasa dipanggil Anes. Aku berkuliah jurusan Desain Komunikasi Visual atau DKV Universitas Telkom dengan peminatan atau fokus Desain Grafis angkatan 2017. Kali ini aku akan membagikan pengalamanku selama berkuliah 6 semester, yuk simak pengalamanku.


Jurusan Desain Komunikasi Visual Telkom?


Jurusan Desain Komunikasi Visual atau yang lebih erat di sebut DKV, sering dikaitkan dengan Ilmu komunikasi dan Seni murni. Namun pastinya Desain Komunikasi Visual memiliki perbedaan dengan kedua cabang ilmu tersebut.


Pertama, Ilmu komunikasi yakni ilmu yang mempelajari bagaimana cara memberikan dan menyebarkan info lewat aneka macam media dengan banyak sekali topik ataupun pokok bahasan. Topik atau pokok bahasannya mampu berbentukilmu sosial, politik, budaya, kesehatan dan yang lain yang ada di kehidupan kita sehari – hari, biasanya topik bahasan tersebut haruslah akurat, menurut fakta dan terkini.


Berikutnya adalah Seni murni, ialah ilmu untuk mengekspresikan ungkapan rasa, emosi, dan dasar aliran sebebas – bebasnya dan seluas – luasnya dalam bentuk karya sehingga umumnya karya tersebut lebih diketahui oleh sang seniman dibandingkan dengan orang awam.


Dari perkenalan dua cabang ilmu tersebut dapat diambil kesimpulan jurusan Desain Komunikasi Visual yakni cabang ilmu desain yang berusaha mengkomunikasikan topik yang ada di kehidupan sehari – hari melalui karya visual (tidak hanya mampu di dengar ataupun di rasakan). di Jurusan Desain Komunikasi Visual juga kita dituntut untuk menciptakan suatu karya namun tetap mengikuti hukum yang berlaku supaya tetap bersifat akurat dan sesuai fakta tidak mampu seluas dan sebebas seni murni. di Jurusan ini pula kita berguru semoga setiap orang yang melihat karya yang sudah kita buat mampu mengetahui arti dan mesti mempunyai tujuan mengapa dibuat dan untuk siapa tidak cuma dimengerti oleh diri kita sendiri.


Mata kuliah di jurusan DKV Universitas Telkom


Di awal telah di jelaskan kilas apa itu Desain Komunikasi Visual. berikutnya kita akan mengenali sedikit lebih dalam ihwal jurusan ini. Yang akan di diskusikan berikutnya ialah mata kuliah apa saja yang dipelajari di jurusan Desain Komunikasi Visual cukuplah luas, banyak yang beropini hanya mencar ilmu terbatas pada ilmu komunikasi dan dasar – dasar desain saja. Padahal ada aneka macam cabang ilmu lain yang mesti dipelajari terkait dengan membuat karya, bernegosiasi dan menjual karya, atau bagaimana semoga karya mampu diterima penduduk maupun bagaimana menepatkan diri agar karya yang dihasilkan mampu masuk ke banyak sekali perusahaan dan instansi.


Beberapa mata kuliah yang ada di jurusan Desain Komunikasi Visual antara lain : Nirmana, Estetika, Sejarah Desain, Budaya Nusantara, Branding, Manajemen Pemasaran, dan Kewirausahaan. Nama – nama mata kuliah tersebut yakni beberapa pola mata kuliah yang dipelajari di kelas teori. Adapun mata kuliah praktek yang proses berguru mengajarnya di kerjakan di studio mirip : Fotografi, Packaging, dan Grafika. Tujuan dari adanya mata kuliah praktek semoga kita mampu mencicipi, mengembangkan dan melatih proses penciptaan karya itu seperti apa. Jika ditanya mata kuliah favorit tentunya aku menggemari mata kuliah praktek, karena dengan berproses saya jadi lebih terbangun dan terbentuk bagaimana menghargai suatu karya.


Konsentrasi di Jurusan DKV Universitas Telkom


Di berbagai kampus jurusan Desain Komunikasi Visual memiliki berbagai cabang fokus atau peminatan, namun ada juga yang tidak menawarkan fokus atau peminatan. Sebenarnya tujuan konsentrasi atau peminatan yang ada di Desain Komunikasi Visual lebih menolong pribadi mau mendefinisikan kita lebih condong ke bidang desain yang mana dan membantu dikala akan melaksanakan tugas akhir (TA) atau skripsi berkonsentrasi pada bidang apa yang hendak kita kerjakan nantinya. Di Universitas Telkom bandung sendiri jurusan Desain Komunikasi Visual mempunyai empat peminatan, diantaranya adalah :



  1. Desain Grafis (DG)

    Disini kalian akan mempelajari bagaimana membuat karya yang semuanya tidak bergerak baik digital maupun manual. Contoh karyanya mampu mencakup : Ilustrasi, Poster. Logo. Packaging, Fotografi, sampai desain User Interface untuk aplikasi.

  2. Multimedia (MM)

    Disini kalian akan mempelajari bagaimana menciptakan karya yang semuanya menggunakan digital dan bergerak terkoneksi secara audio maupun visual. Contoh karyanya bisa meliputi : Animasi, Videografi, Perfilman, hingga rancangan game.

  3.  Advertising (AD)

    Secara garis besar peminatan ini memang terlihat mirip dengan peminatan yang ada pada jurusan komunikasi hanya saja lebih berkonsentrasi pada pembuatan iklan dan pendekatan pada client tetapi tetap menyisipkan unsur keindahan dan desain yang  baru dan fresh di dalamnya.

  4.  Manajemen Desain (MD)

    Mempelajari rancangan dengan pendekatan lebih mendalam dengan keilmuan Manajemen dan Bisnis.


Pada akibatnya DKV tidaklah selalu berkaitan dengan seni ataupun komunikasi. Namun kita juga perlu membekali diri dengan cabang keilmuan yang lain. Hal yang perlu di catat, syarat utamanya bukan kau paham seni tetapi bagaimana kamu mampu menggambar. Bisa menggambar tidak harus menciptakan gambar yang elok. Hal terpenting ialah mau untuk senantiasa berproses dan berguru.


Tips kuliah


Sebelum kalian masuk ke jurusan ini alangkah baiknya mengulik dasar – dasar desain dan mengintip hal paling fundamental adalah apasih nirmana itu yang mana akan di rasakan di tahun pertama kuliah. Saranku:



  1. Perbanyaklah jaringan dan koneksi

    Siapa yang mau menduga hanya sekedar kenal atau dari sahabat kita sendiri kita mampu mempelajari banyak hal baru, dan mana tahu di sebuah hari nanti beliau akan mengajak berkolaborasi menciptakan karya atau mengajak kita untuk berkembang bareng di perusahaannya.

  2. Mulai up to date dengan info

    Berita apapun, alasannya adalah itu yang mau menjadi bahasan ataupun topik yang bisa dijadikan ide dalam membuat sebuah karya.

  3. Tumbuhkan rasa ingin tahu dan mau terus berguru. 

    Belajar untuk terbuka dan membuka diri dengan aneka macam ilmu wawasan yang ada selaku bahan refrensi dan inspirasi. Namun ingat, lebih baik lagi kalau kalian berfokus dulu pada keilmuan desain. Jangan ragu mengajukan pertanyaan pada senior, dosen atau orang yang kau anggap lebih mahir dalam bidang rancangan. Kamu juga mampu berbagi dirimu dengan mengikuti kursus, training ataupun lembaga diskusi hingga pelatihan bahasan wacana rancangan.

  4. Mulai datang ke Pagelaran/Pameran.

    Dengan tiba ke festival kamu akan mendapat insight baru seperti penggayaan rancangan apa yang ada di suatu instansi atau seniman. Selain bisa menerima ilham gres dan kenalan gres dengan bersungguh-sungguh untuk tanya sana sini waktu pameran berjalan.

  5. Mulai mengasihi dirimu sendiri. 

    Kamu merasa terus berlatih tetapi tidak ada kemajuan terhadap karyamu? Sebelum kamu mengasihi dan menghargai karyamu, mulailah dengan menyayangi dirimu sendiri niscaya akan berbuah hasil. Tidak apa kau merasa karyamu yang dahulu tidak lebih baik dari sekarang. Berarti kamu telah berproses. Tapi jikalau merasa kau tidak pernah meningkat mungkin kamu mesti mencar ilmu bagaimana mencipta karya dengan hati dan menimbulkan emosi di dalamnya. Terkadang kita merasa tidak ada kemajuan, bisa jadi itu hanya perasaan yang muncul sebab tidak yakin diri.


Prospek pekerjaan di jurusan DKV Universitas Telkom


Sampai sini sudah cukup banyak yang saya bahas ihwal jurusan yang saya tekuni di kuliah yakni Desain Komunikasi Visual. Tapi bisa jadi kalian berpikir untuk apa masuk Desain Komunikasi Visual kalaupun tidak tahu ke depannya akan kemana. Tenang, untuk saat ini di periode perkembangan teknologi yang makin mutakhir.  Desain Komunikasi Visual merupakan salah satu jurusan yang paling fleksibel untuk menentukan mau bekerja di bagian atau bidang apa. Aku akan menjabarkannya sesuai dengan peminatan yang ada di Universitas Telkom Bandung.


Bagi yang mengambil peminatan Desain Grafis kalian bisa menjadi Ilustrator, Fotografer bagian rancangan untuk majalah, percetakan, hingga desain untuk aplikasi. Bagi kalian yang mengambil peminatan multimedia bisa menjadi editor film dan video, pembuat motion graphic, sampai dengan menjadi pembuat game. Kalian yang mengambil peminatan Manajemen Desain mampu mengambil bagian di aneka macam perusahaan menjadi social media manager, ataupun digital asistant content. Sedangkan yang terakhir Advertising mampu menyebabkan opsi untuk mendaftarkan diri di aneka macam perusahaan media mirip majalah, periklanan, televisi hingga radio. Yang jelas sesungguhnya mau kalian kedepannya mengambil peminatan apa saja tidak menjadi batasan untuk mengambil contoh pekerjaan – pekerjaan yang sudah saya uraikan berdasarkan peminatan. Selama kalian mempunyai kemampuan lebih di bidang lain kenapa tidak menjajal . Harapanku semoga kalian mengenali betapa luasnya bidang pekerjaan yang mampu diambil dengan masuk di jurusan Desain Komunikasi Visual.


Harapan saya untuk kedepannya


Harapannya dikala aku lulus dari jurusan Desain Komunikasi Visual, saya tidak cuma membanggakan keluarga dan orang terdekat tetapi bisa membanggakan penduduk yang lebih luas lagi. Salah satu impianku yaitu ikut tergabung dalam menyuarakan banyak sekali info sosial dan mampu menyuarakan kontribusi dari berita tersebut lewat desain, Tidak cuma itu, aku berharap karya desainku kedepannya mampu di nikmati banyak sekali kalangan dan usia. Terutama bisa menjadi media pembelajaran bagi anak dan sampaumur.


Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mau membaca kisah dan pengalamanku ini selaku salah satu mahasiswi jurusan Desain Komunikasi Visual.


Kode Konten: X203




Sumber we.com

Minggu, 20 Desember 2020

Dkv Itb (Desain Komunikasi Visual) (Zayyinatul)

Halo teman intipers! Aku  Zayyinatul Millah dari Desain Komunikasi Visual ITB / DKV ITB angkatan 2017. Kali ini saya ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang saya ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi sahabat-sahabat yang akan mengajukan pertanyaan atau diskusi mampu komen di bawah artikel ini. Kalau sempat saya balas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok, pastikan kalian baca sampe beres dahulu postingan ini sebelum mengajukan pertanyaan.


Secara biasa , jurusan DKV ITB itu mirip apa?


Kita mempelajari damai rancangan, bagaimana mengkomunikasikan sesuatu secara visual. Bukan Cuma poster, video bahkan di aplikasipun lingkupnya DKV, banyak yang lebih ngenalnya itu banding dan video masker nah itu DKV.


Bagi kalian yang ingin mendapatkan berita jurusan dan masuk akademi tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini


Apa yang jadi argumentasi masuk jurusan DKV ITB?


Pas Sekolah Menengan Atas aku suka nulis, makanya suka membuatposter dan merasa asik bila bikin poster. Setelah cari informasi saya tau ada jurusan DKV, jadinya memutuskan untuk masuk jurusan ini.


Apa mata kuliah dan peran yang khas dari jurusan DKV ITB?


Beda banget sih sama jurusan lain, ada matkul fotografi, videografi, ilustrasi, dua dimensi atau nirmana, tiga dimensi juga. Gak ada hitungan, matematika, biologi gitu jadi mengasah kreativitas kita.


Adakah konsentrasi atau golongan keahlian di jurusan DKV ITB?


Ada 3 kalangan keahlian, aku sendiri di multimedia. Ketiga itu ada desain grafis, multimedia dan periklanan. Kalau multimedia itu relevansinya dengan media atau berbasis gerak, ada waktu di situ contohnya animasi, video, motion graphic. Kalau desain grafis itu ke poster, buku anak, gambaran pokoknya yang bekerjasama dengan 2 dimensi. Periklanan  itu lebih mengasah contoh pikir agar mampu memasarkan produk


Apa saja jalur masuk untuk jurusan ini?


Di ITB ada 3 jalur masuk, SNMPTN, SBMPTN dan ujian mampu berdiri diatas kaki sendiri, cuma berlawanan dengan yang lainnya jikalau jurusan seni itu harus melampirkan portofolio. jika di UM itu tes cobaan keahlian, cuma alasannya adalah kondisi ketika ini jadi kurang tahu nanti kebijakannya mirip apa.


Kalau di SNMPTN itu di web nya akan ada tema-tema portofolio yang mesti dibuat dikala itu juga dalam kala waktu 3 minggu hingga 1 bulan, lalu diapply di web ini. SBMPTN juga sama.


FSRD itu menerima sekitar 200 orang, jikalau DKV itu mendapatkan 60 hingga 60 orang tiap angkatannya.


Ada tips buat mahasiswa gres jurusan ini?


Gak boleh Male alasannya tugasnya lumayan banyak dan bikin begadang juga. Banyak rumor juga katanya DKV mesti jago gambar, sebenernya enggak gitu, cukup punya basic aja cukup.


Bagaimana harapan kerja dari alumni jurusan ini?


Kerjanya itu umumnya sesuai peminatan masing-masing sih banyaknya, jikalau multimedia umumnya ke production house, ke TV juga bisa. Kalau rancangan grafis lebih ke company yang menjual jasa rancangan grafis, dan yang periklanan lazimnya ke distributor-distributor perikanan.


Lihat vlog dari ratusan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini


Apa rencana dan impian kamu setelah lulus?


Pengen ambil acara percepatan yaitu kuliah 5 tahun mampu ambil S1 daan S2. Itu ada programnya di ITB, terus saya juga udah nandain sih perusahaan-perusahaan yang saya inginkan untuk kerja di sana.


Q&A



  1. Kalau portofolio itu kapan ya terus dikirimnya ke mana?


Jadi portofolio dibuka ketika SNMPTN dan SBMPTN dibuka, tiap tahun itu beda jumlah tema yang harus dipenuh. Pas saya itu ada 2 tema dan di tahun berikutnya ada 3 tema, namun gak jauh-jauh sih kaya situasi, dll. Portofolio itu peluang masuk DKV kalau portofolionya gak mampu ya gak bisa masuk DKV.



  1. Hal apa saja yang mesti dimiliki mahasiswa DKV?


Basic menggambar itu wajib, lalu basic story telling agar mampu bercerita secara visual.



  1. Bedanya DKV sama Desain Grafis?


Banyak yang belum kenal sama nama DKV, sebenernya DKV dan desain grafis itu sama kurang lebih, jadi rancangan grafis itu bagian dari DKV, bermakna DKV lebih luas cakupannya ketimbang desain grafis



  1. Apa bener kuliah DKV mahal?


Iya lumayan sih, lebih ke peralatannya sebenernya. Tapi perlengkapan itu investasi yang bisa dipake sampek nanti udah kerja, laptop yang dibutuhin itu setara gaming, kamera juga tapi ini mampu pinjem, terus pin tablet. Di semester awal itu kaya cat poster dan kertas juga. Di tahun pertama fokus manual, laptop belum perlu. Mulai tahun kedua kita masih ditekankan untuk bisa masuk manual, baru smeseter 4 baru perlu laptop, kamera, pin tablet.



  1. Pembelajarannya di TPB seperti apa?


Di tingkat awal itu ada TPB jadi kita berguru seluruhnya, menggambar 2 dimensi, menggambar dasar, menggambar konstruktif kaya rancangan produk, 3 dimensi, dan pelajaran umum kaya olahraga dan bahasa Inggris.



  1. Skor UTBK dan portofolio itu pengaruhnya gimana ke penerimaan?


Porsi evaluasi portofolio itu lebih besar porsinya dalam penerimaan ketimbang nilai rapot atau UTBK, portofolio 60% sisanya nilai rapot dan UTBK. Jadi, jikalau nilai UTBK tinggi tapi gambarnya belum pantes untuk FSRD ITB ya belum masuk, bahkan setahu aku yang gambarnya elok pun belum tentu diterima. ITB itu punya patokan sendiri dan kriteria khusus, seperti gambar itu punya cerita atau punya nilai jual. Nah, apakah portofolio kalian telah menjual atau belum?


Kode Konten: Y229



Sumber we.com

Jumat, 04 Desember 2020

Rancangan Komunikasi Visual Institut Teknologi Telkom Purwokerto (Dika)

Halo Intipers. Perkenalkan namaku Dika Dwi Pangesti. Aku kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, angkatan 2018. Di sini saya akan menceritakan pengalaman kuliahku selama 4 semester. Happy reading 🙂


Bagi sahabat-sahabat yang hendak mengajukan pertanyaan atau diskusi, bisa komen di bawah postingan ini. Kalau sempat saya balas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dahulu artikel ini sebelum mengajukan pertanyaan.


Apa itu Desain Komunikasi Visual?


Desain Komunikasi Visual atau DKV adalah jurusan yang mempelajari cara mengomunikasikan informasi dengan bahasa visual dan bersahabat hubungannya dengan industri kreatif.

DKV tuh hanya membuatgambar-gambar aja ya?” Ya! Salah! DKV mempelajari hal lain mirip fotografi, videografi, ilmu komunikasi, copywriting, entrepreneurship, dan lain-lain.

Masuk DKV harus mampu gambar ya?” Engga mesti, namun kalo mampu itu bakal menolong banget dalam perkuliahan. Ada beberapa Dosen yang mengaku waktu kuliah gambarnya gak sebagus temen lainnya, namun mereka mampu hingga S2. Ya, walaupun nggak mampu dipungkiri, skill gambar memang diharapkan di jurusan ini.


Apa saja mata kuliah yang dipelajari?


Ada mata kuliah teori dan ada praktek. Semester permulaan hampir semua peran dilaksanakan secara manual. Semester selanjutnya baru pakai digital. Kita engga terlepas dari gambar manual dahulu yakni bikin skema.


Teori yang diajarkan di semester 1 hingga 4 di antaranya Pengantar Seni Rupa dan Desain, Pengantar Ilmu Komunikasi, Estetika, Teori Periklanan, dan lain-lain. Mata kuliah praktik di antaranya ada Nirmana 2 dimensi, Nirmana 3 dimensi, Fotografi Dasar, Fotografi Desain, Gambar Bentuk, Ilustrasi, Tipografi Dasar, Tipografi Desain, Studio DKV 1, Studio DKV 2, Audio Visual 1, Audio Visual 2, dan lainnya.


Mata kuliah dan Dosen favorit?


Dalam 4 semester, mata kuliah favoritku yakni Fotografi Dasar dan Estetika. Kuliah Fotografi Dasar kita diajarkan untuk PDKT sama kamera, bagian-bagian kamera, cara penggunaannya, pengaturannya. Kemudian. kita diberi tugas keluar kampus memotret sesuai perintah. Biasanya kita memotret foto tentang kebudayaan, Human Interest, Street Photography. Di mata kuliah Fotografi Dasar diajarkan saat mengambil suatu foto. Aku mampu pelajaran baru dari Pak Aji salah satu Dosen favoritku di kampus. Tapi sayang, kini beliau sudah pindah.


Aku suka mata kuliah Estetika sebab mata kuliah ini berhubungan dengan filsafat. Selain itu, pengetahuanku tentang sejarah seni bertambah seperti masa dari zaman Plato hingga zaman modern. Mata kuliah ini juga diampu oleh Pak Aji.


Dosen favoritku selain Pak Aji ialah Pak Pungky, yang sayangnya Pak Pungky juga udah pindah. Pak Pungky kalo ngajar itu santai, tetapi taat banget sama peraturan. Kalo ada yang salah ya bakalan dapet sanksi sesuai peraturan. Beliau Dosen yang sering membuka sesi kritik dan nasehat yang lebih ke arah curhat di tengah dan tamat semester tentang bagaimana mahasiswa menjalani mata kuliah yang diampunya. Beliau ialah salah satu Dosen yang menyadarkan saya untuk terus berproses dan semangat untuk kuliah di jurusan ini.


Hampir semua Dosen DKV yang ada di kampus ITTP itu favorit, alasannya adalah cara mengajar yang asyik, serius tetapi santai, mampu melucu.  Kalau ngeliat mereka ngajar itu kayak saya ngeliat diriku di versi yang lebih akil balig cukup akal. Hampir semua Dosen DKV ITTP hafal sama mahasiswanya, kalo lagi kuliah berasa lagi ngobrol sama temen tetapi masih tetep dengan batas-batas Dosen dan Mahasiswa.


Kegiatan perkuliahan


Apa saja tips untuk Mahasiswa gres yang kuliah di jurusan DKV?


Impian semua anak DKV itu dapet acc dari Dosen kalo lagi konsultasi tugas.  Sayangnya engga semua cita-cita itu jadi kenyataan. Kadang, alih-alih dapet acc kita dapetnya revisi. Kaprikornus, tipsnya yakni mesti menjajal dekat dengan yang namanya revisi. Aku bergotong-royong takut sama yang namanya revisi. Tetapi kalo dipikir lagi, ternyata revisi nggak semenakutkan itu. Dapet revisi bukan berarti karyamu buruk, tetapi belum cantik aja makanya ada revisi yang bakalan membuatkaryamu jadi lebih baik. Revisi itu keliatannya aja jahat padahal tujuannya baik. Jadi coba mencar ilmu erat ya. Selamat berproses jadi lebih baik!


Jangan pernah takut untuk dapetin pengetahuan baru. Bersabar juga dengan proses dari nggak mampu dan nggak tahu apa-apa jadi bisa dan tahu banyak hal gres. Rasa bosen dan cape niscaya bakalan ada dan bakalan dateng, jadi tipsnya ialah nikmati aja prosesnya. Boleh bosen, boleh cape, boleh ngeluh, boleh nggak semangat, pokoknya take your time aja deh, tapi tetep ingat kewajiban kita buat jalan terus hingga akhir. Kita udah gede, kalo udah milih kuliah di jurusan DKV, pahit manisnya harus dinikmatin. Gak usah terlalu khawatir, kita bakalan hingga suatu dikala nanti dan ngerasa besar hati mampu ngelewatin itu semua. Semangat buat seluruhnya!


Tantangan kuliah di jurusan DKV?


Beberapa mata kuliah yang udah saya sebutin di atas kebanyakan ialah mata kuliah berjenjang. Kaprikornus kalo mata kuliah berjenjang salah satunya ada yang nggak lulus, jadinya adalah nggak mampu ngambil mata kuliah berjenjang selanjutnya. Misalnya kalo enggak lulus di Nirmana 2D otomatis nggak bisa ngambil mata kuliah Nirmana 3D, itu berlaku juga untuk mata kuliah berjenjang yang lain. Selain itu, ada beberapa mata kuliah praktek 4 SKS jadi tugasnya bisa dibilang berat dan bakalan ngaruh banget di IPK.


Prospek kerja jurusan DKV?


Prospek kerja jurusan DKV di antaranya ada Web Desainer, Ilustrator, Editor Video, Agensi Periklanan, Animator, Konsultan Branding, Desainer Produk, dan masih banyak yang yang lain.


Aku pernah nanya sama salah satu Dosenku namanya Mas Elfa “Mas, apa semua anak DKV harus jadi Desainer?” dan jawabannya yakni “Nggak mesti. Kamu boleh jadi apa aja sehabis lulus nanti, tetapi karena kamu udah milih kuliah di jurusan DKV ya mau nggak mau kamu mesti selesain itu. Baru setelah itu, kau mau jadi apa aja terserah kau. Banyak sahabat aku yang kuliah jurusan DKV tapi kerjaannya nggak berafiliasi sama DKV, ya gak apa apa.  Cuma kalo kamu kuliah jurusan DKV terus sesudah lulus pengin jadi Dokter itu beda lagi, itu harus kuliah lagi.” Aku manggut-manggut senyum denger balasan Mas Elfa. Terus ditanya “Gimana? Merasa terjebak?” Aku jawab “Dikit Mas.”


Kaprikornus apapun kita nantinya kalo kita udah berupaya dan yang terpenting adalah kita senang, kenapa nggak? Hidup ini cuma diarahkan untuk ke mana bukan didikte untuk jadi apa, dan tetap tujuan tamat dari seluruhnya itu ialah untuk bahagia. Makara, jalani sebaik mungkin.


Rencana dan harapan setelah lulus dari Desain Komunikasi Visual?


Kalau dikasih potensi aku pengin banget dapet beasiswa terus lanjut kuliah S2 dan jadi Dosen. Tapi keinginan itu gak mutlak. Kadang pengin juga jadi Fotografer atau nggak Copywriter. Itu yang masih bekerjasama sama DKV. Keinganan dan cita-cita itu seringkali berganti. Sekadar berita aja kalo jadi Desainer itu adalah cita-citaku waktu SMP, dan ketika aku ada di jalan buat jadi Desainer, aku malah ingin jadi yang lain. Lucu ya. Aku ngerasa sedikit terjebak di DKV dan aku belum ada harapan buat jadi Desainer alasannya aku belum ngerasa itu tempatku. Engga tahu juga sih nantinya, soalnya saya juga baru semester 4, siapa tau semester berikutnya aku berubah pikiran. Sebenernya aku ingin banget jadi Penulis, mungkin sedikit jauh dari DKV, namun mampu saja aku deketin, saya ingin jadi Penulis yang bercerita wacana dunia DKV yang udah pernah saya jalanin. Kayaknya seru deh.


Kode konten: X237




Sumber we.com